Jumat, 25 Desember 2009

MBAK KOM

Pada suatu ketika,aku mengantarkan anakku kesekolah TK.disana ada ibu2 yang berjualan jajanan yang begitu perhatian pada anakku.kalau anakku terlambat kujemput,ia selalu menyuruh anakku menunggu di kiosnya.kulihat ia begitu tulus dan baik .kadangkala saat senggang aku datang lebih awal dan menunggu sambil bercerita 2 kepadanya.Akhirinya aku tahu sedikit demi sedikit ttg wanita itu.dia janda beranak satu.Dari ceritanya ada kejadian yang menarik bagi aku.pada suatu hari,saat ia masih kerja di pabrik ikan teri dg gaji yang cukup minim sekitar 12 000/hari,seperti biasa ia pulang saat istirahat siang untuk memberi makan anaknya.Ia pulang membawa nasi 2 bungkus yang telah dibelinya diwarung deket pabrik.begitu sampai dirumah anaknya sedang main dirumah tetangganya.saat mau dipanggil,ada 2 orang pengemis yang meminta makan padanya.sejenak ia pandangi anaknya yang sedang main.tapi ada perasaan kasian melihat pengemis yang belum malan sejak kemaren,akhirnya ia berikan 2 bungkus nasi tersebut kepada pengemis itu.Lalu ia pergi kewarung tetangga untuk beli makanan lagi.tapi uangnya tinggal 1000.akhirnya ia hutang diwarung itu.sekembalinya dari warung,mbak kom bertemu dengan pak lurah,katanya ada tamu dirumah,suruh cepet-cepet pulang.Ia pulang melihat ada 3 orang petugas kelurahan dirumahnya.berdebar-debar juga hatinya,ada apa gerangan.Rupanya petugas itu disuruh paklurah untuk mendirikan rumah baginya.seperti kejatuhan durian,mbakkom tak henti-hentinya bersyukur kepada tuhan.bahkan semalaman ia sujud syukur pada yang kuasa karena tidak menduga kalau ia akan dibuatkan rumah oleh desa.selama ini ia hanya menumpang dirumah kakaknya yang juga penuh sesak oleh anak-anaknya.Rupanya inilah berkah dari pemberian nasi kepada pengemis yang dilakukan dengan hati ikhlas meskipun ia sendiri tidak mempunyai uang sedikitpun.

1 komentar:

  1. subhannallah...
    saya pun kenal dgn beliau, wlo pekerjaanya hanya berjualan jajanan anak2 namun hatinya begitu mulia. bayangkan ketika sekolah sudah bubar dan pedagang lainya pun bergegas pulang beliau malah masih disitu untuk membersihkan sampah2 bekas makanan, sampai sampah milik pedagang lainya pun dibersihkan. betapa mulianya beliau.

    BalasHapus